PETANI WAHID

Saya sangat mengagumi dunia pertanian, saat ini sedang belajar bertani melalui buku, internet, dan pengalaman orang lain .... semua ilmu yang saya peroleh, saya masukkan ke blog ini ... terutama pertanian organik .... Blog ini juga berisi kumpulan searching Petani Wahid mengenai pertanian... saya akan usahakan tampilkan sumbernya ......

Selasa, 19 Agustus 2008

Bertanam Jati " I " (Tabungan Alam, Senyuman Masa Depan)

"materi ini di ambil dari web, tp saya lupa.. mohon kalau ada yang tau ingatkan saya,nanti sumbernya akan saya tulis disini "



A. SEKILAS TENTANG JATI KENCANA
Jati (Tectona grandis) merupakan tanaman penghasil kayu yang banyak dibudidayakan orang karena kayunya dikenal secara luas mempunyai nilai jual tinggi. Tanaman ini adalah tanaman keras dengan daur hidup sangat panjang sehingga kayu baru dapat dipanen setelah berumur ≥ 40 tahun. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pemuliaan tanaman maka ditemukan tanaman jati yang merupakan induk dari Jati Kencana. Bibit Jati Kencana diperbanyak secara vegetatif malalui kultur jaringan (kloning). Keunggulan dari bibit ini diantaranya : tingkat keseragaman bibit yang tinggi, bebas hama dan penyakit, dapat diproduksi dalam jumlah banyak, serta dapat dipanen lebih cepat yaitu 15-20 tahun. Dengan pengaturan jarak tanam panen dapat dilakukan bertahap pada usia, 5, 10 dan 15 tahun.

B. SYARAT TUMBUH DAN TEKNIK BUDIDAYA


1. Syarat Tumbuh
Sangat cocok bagi iklim tropis Indonesia, tumbuh baik pada daerah di Indonesia antara lain seluruh P. Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi tenggara, NTB, Maluku dan Lampung dengan persyaratan tumbuh :

  • Curah hujan : 1.500 – 2.500 mm/tahun
  • Bulan kering : 2 – 4 bulan (Curah hujan ≤ 50 mm/bulan)
  • Tinggi tempat : (10 – 1.000) m dpl
  • Temperatur : 190C – 360C
  • Intensitas Cahaya : 75 – 100%
  • pH Tanah : 4,5 – 8
  • Jenis tanah : Lempung berpasir, mengandung kapur, bukan tanah becek/rawa dan cadas (solum cukup dalam + 1,5 m) dan tidak tergenang air.

2. Teknik Budidaya


a. Pola Tanam :

Monokultur :

Jarak tanam awal adalah (2,5 x 2,5) m (populasi 1.600 pohon/ha)

  • Penjarangan I, umur 5 – 7 tahun (diameter 14 cm) panen 50% populasi800 pohon sehingga jarak tanam menjadi (2,5 x 5) m
  • Penjarangan II, umur 10 tahun (diameter 20 cm) panen 50% populasi 400 pohon sehingga jarak tanam menjadi (5 x 5) m
  • Panen akhir umur 15 tahun sejumlah 400 pohon dengan diameter 30 cm

Tumpangsari :

penanaman dengan tanaman semusim (palawija); jarak tanam (2,5 x 5) m
(800 pohon) dengan penjarangan 1 kali pada umur 5 atau 10 tahun atau
jarak tanam (3 x 6) m (555 pohon) jika tanpa penjarangan.


b. Persiapan Lahan

  • Pembukaan lahan yaitu pembersihan lahan dari tegakan-tegakan pohon dan semak-semak
  • Pengolahan lahan terutama untuk lahan bekas alang-alang atau bero jika akan menerapkan pola tumpangsari
  • Membuat lubang tanam 40 cm x 40 cm x 40 cm dan dibiarkan selama 2 minggu
  • Perlakuan pada tanah galian meliputi pemberian pupuk kandang 3 kg/lubang,
    kaptan/dolomit 50 – 100 g/lubang, NPK 15-15-15 50 g/tanaman, pestisida dengan bahan aktif karbodfuran/furadan 3 G.


c. Penanaman

  • Memasukkan tanah campuran tanah kedalam lubang setinggi 1/3 kedalaman lubang sambil disiram
  • Memasukkan bibit jati kencana yang telah disobek polibagnya ke dalam lubang;
  • Menimbun lubang hingga penuh dan memasang ajir penyangga;
  • Menyiram tanaman sambil memadatkan lubang tanam.


d. Pemeliharaan

  • Pembersihan rumput liar sekitar tanaman;
  • Pembuatan saluran pematusan air hujan untuk menghindari genangan air;
  • Pruning yaitu pemangkasan tunas kaki dan tunas batang sampai ketinggian 6 m;
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Pemberian pupuk secara berkala dengan membuat lubang disekitar pohon selebar tajuk
    tanam.

Label: ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda